Judul Buku : My Lady Jane
Penulis : Cynthia Hand, Brodi Ashton, Jodi Meadows
ISBN : 0062391747
Penerbit : Harper Teen
Bahasa : Inggris

Sinopsis :
Edward Tudor adalah raja Inggris. Dia juga sekarat, yang berarti tidak nyaman baginya, karena Edward baru berusia 16 tahun dan lebih ingin membuat rencana untuk mencium seorang gadis daripada menentukan siapa yang akan memimpin kerajaan setelah dia meninggal.

Jane Grey (yang telah membaca terlalu banyak buku) adalah sepupu Edward, dan jauh lebih tertarik pada buku dibanding romansa. Tidak beruntung bagi Jane, Edward telah mengatur rencana pernikahannya untuk mengamankan garis pemegang kekuasaan. Dan ada hal ganjil tentang Jane..

Gifford Dudley (panggil dia G) adalah seekor kuda. Tepatnya dia adalah seorang Eðian (eth-y-un). Setiap subuh dia akan berubah menjadi seekor kuda berwarna chestnut, dan akan terbangun saat senja dengan mulut penuh jerami. Betapa tidak pantasnya.

Kisah ini makin sulit ketika Edward, Jane, and G terjerumus dalam Konspirasi Berbahaya. Dengan nasib kerajaan berada di ujung tanduk, para pahlawan kita harus membuat konspirasi mereka sendiri. Tapi bisakah mereka menjalankan rencana sebelum kepala mereka dipenggal?

Review :
Cukup memakan waktu bagi saya untuk tertarik dan mulai membaca buku ini. Sebenarnya saya termasuk suka membaca fiksi yang berdasarkan sejarah tapi judul buku ini kurang menggambarkan alur ceritanya. Namun karena hype buku kedua, My Plain Jane, akhirnya saya membacanya juga.

Kisah ini berlangsung mendekati akhir era dinasti Tudor di Inggris. Edward menduduki tahta sejak berusia 9 tahun, setelah ayahnya, Raja Henry VIII meninggal dunia. Tentu saja tidak ada yang mengharapkan anak sekecil itu benar-benar memerintah kerajaan jadi pemerintahannya dipegang oleh walinya, John Dudley.

Sayangnya John Dudley memiliki agenda tersendiri. Beliau tidak puas hanya menjadi wali Edward. Beliau mengatur agar Lady Jane Grey, sepupu Edward untuk menjadi ahli waris kerajaan setelah Edward meninggal. Untuk menjadikan hal itu menguntungkan baginya, John Dudley mengajukan pernikahan Jane dan putra bungsunya, Gifford Dudley.

Sampai disini cerita dalam buku masih sesuai dengan sejarah Inggris. Kelanjutannya dan konspirasi yang berlangsung tentunya fiktif. Buku ini dimaksudkan sebagai bacaan ringan dengan unsur komedi. Sayangnya tidak ada bagian yang membuat saya terpingkal-pingkal, hanya tersenyum kecil. Tapi secara keseluruhan saya menikmati kisah keluarga kerajaan dengan tambahan tentang Eðian dan Verity (mereka yang tidak bisa berubah menjadi hewan) dan bumbu humor.

Apakah kamu tertarik membacanya? Sayangnya buku ini belum diterjemahkan, tapi bahasa inggrisnya sendiri tidak begitu komplek dan ringan untuk dibaca.